Syarat non fisik model indonesia

Syarat Non Fisik untuk Menjadi Model Indonesia

Pernahkah kamu terpikir untuk merambah ke dunia permodelan? Yup, dunia yang sering kita anggap penuh glamor dan cahaya kamera ini. Sebelum kamu melangkah lebih jauh dan memutuskan untuk dive in, mari kita bicara soal apa saja sih yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari industri model di Indonesia yang kian berkembang ini. Spoiler alert! Ternyata tidak melulu soal wajah rupawan atau tubuh ramping loh!

Kita akan bongkar satu per satu syarat non fisik yang mesti kamu miliki sebagai model. Kenapa non fisik? Karena ternyata, yang terlihat di luar itu hanya sebagian kecil dari ‘iceberg’. Di balik itu semua, ada sederetan kualitas internal yang membuat seorang model bertahan dan sukses di industri ini.

Dunia Permodelan di Indonesia

Dunia model indonesia

Pasar permodelan di Indonesia terus berkembang, didorong oleh meningkatnya industri fashion dan kebutuhan akan representasi visual yang kuat. Hal ini menjadi lebih relevan di era digital, di mana imagery memegang peran penting dalam pemasaran dan branding. Dari Jakarta hingga Bali, surga fotografi dengan latar yang indah, Indonesia menawarkan lanskap yang sangat kaya untuk industri permodelan.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mendukung industri ini dengan berbagai program yang memperkenalkan seniman dan model lokal ke kancah global. Hal ini membuka peluang baru dan menciptakan jalan bagi talenta Indonesia untuk bersinar.

Terasa adanya pergeseran dalam pandangan masyarakat Indonesia terhadap dunia permodelan, yang mana kini lebih banyak orang tua yang mulai melihat permodelan sebagai karier yang potensial bagi anak-anak mereka. Pendidikan tentang industri ini pun mulai diberikan dengan harapan dapat mempersiapkan calon model sejak dini dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Sebagai akibatnya, kita melihat peningkatan dalam kualitas dan profesionalisme di industri permodelan Indonesia, yang mengarah pada standardisasi yang lebih baik dan pengakuan yang lebih luas dari kerja keras dan dedikasi yang diperlukan untuk berhasil di industri ini. Selain itu, peningkatan pesat dalam ekosistem e-commerce juga memberikan pengaruh kepada model-model baru untuk muncul dan berkembang, menjadikan industri ini lebih dinamis dan menarik daripada sebelumnya.

Tapi, apa sih sebenarnya yang membuat seorang model itu dianggap sukses? Sure, kita semua tahu nama-nama seperti Gita Bayu, Kelly Tandiono, atau bahkan supermodel millennial seperti Luna Maya yang telah mencetak prestasi di panggung internasional. Mereka berbagi satu kesamaan: it’s not just about the looks, tapi juga tentang sikap, etos kerja, dan semangat yang tidak kenal menyerah.

Kuat Mental

Kuat mental sebagai model

Mental yang kuat memang sangat dibutuhkan dalam industri permodelan. Siapa sangka, di dunia yang penuh kompetisi, kritik, dan penolakan ini, kamu harus mampu menunjukkan mental yang terjal. Kamu harus bisa mengubah kritikan menjadi motivasi untuk terus berkembang dan lebih baik.

Tidak jarang kamu akan merasakan rasa kecewa saat tidak mendapatkan job atau bahkan direject. It’s okay! Ingatlah selalu bahwa bagaimana kamu bisa bangkit kembali, itulah yang lebih penting. Kamu harus mampu menunjukkan bahwa kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari keberhasilan yang akan datang.

Mandiri

Mandiri sebagai model

Selanjutnya, kemandirian. Dalam industri permodelan, kamu akan diharapkan untuk bisa mengurus dan menyelesaikan segala sesuatu dengan mandiri. Baik itu disiplin waktu, koordinasi dengan tim, mempersiapkan diri hingga makeup, biasanya model dituntut untuk bisa mengendarai peran ini.

Tipikal orang yang suka ‘dituntun’ mungkin akan mengalami kesulitan di sini. Tapi tidak ada kata terlambat untuk belajar, saatnya kamu belajar untuk ‘menuntun’ diri sendiri! Tunjukkan bahwa kamu seorang yang mandiri dan dapat diandalkan. Model seperti inilah yang akan membuatmu menonjol dan berbeda.

Sopan dan Ramah

Tak peduli seberapa cantik atau tampan kamu, jika sikapmu tidak baik, maka percayalah itu tidak akan ada gunanya. Dunia permodelan begitu kecil dan semua orang saling mengenal satu sama lain. Seorang model dituntut untuk selalu sopan dan ramah pada siapa pun.

Mulai dari sesama model, fotografer, hingga semua orang yang terlibat dalam pekerjaanmu. Ingatlah bahwa sopan santunmu akan membuatmu lebih diterima dan disukai oleh banyak orang. Kesopanan dan keramahanmu adalah seni yang akan membawamu melintasi lebih banyak pintu daripada sekadar kunci bakat saja. Yang menarik bukan hanya kecantikan luar, tapi juga keindahan perilaku yang akan membuat jejakmu tak terlupakan di hati mereka yang pernah bekerja denganmu.

Disiplin dan Bertanggung Jawab

Dua nilai ini menjadi mantra wajib yang harus dimiliki oleh seorang model. Tepat waktu, mematuhi aturan, menjaga barang-barang pribadi dan yang diberikan oleh brand atau agensi, itu semua adalah bagian dari tanggung jawabmu.

Tanggung jawab juga berarti kamu siap menerima konsekuensi dari tindakanmu. Jadi, jika ada kesalahan, yang terbaik adalah mengakui dan mencari solusinya. Tak perlu berlebihan, namun tetap profesional. Berwatak disiplin dan bertanggung jawab membuatmu lebih dari sekadar pemandangan. Kamu adalah pilar, penguat struktur di setiap proyek yang kamu ambil. Menjadi model bukan hanya tentang bersinar di depan kamera, tapi juga tentang menjadi sumber kehandalan ketika kamera itu tidak membidik.

Cekatan dan Cerdas

Dunia permodelan tentunya membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam bekerja. Kamu perlu bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dinamis dan berubah dengan cepat.

“Cekatan” dan “cerdas” di sini bukan cuma sekadar kata, tapi harus beneran kamu praktekan. Cekatan, yang berarti harus bisa kerja dengan cepat tapi tetap benar dan tepat. Ga boleh ada salah langkah, karena di dunia ini, salah langkah bisa berarti gagal.

Selanjutnya, “cerdas”. Bukan cuma cerdas secara akademis loh, melainkan juga harus cerdas secara street-smart. Kamu harus bisa baca situasi dan cepat ambil keputusan. Ngertiin tahu kapan waktu yang pas untuk ngobrol santai sama klien, dan kapan harus fokus dan serius kerja. Intinya, kamu harus pinter baca situasi dan ambil langkah yang tepat sesuai dengan kondisi.

Jadilah model yang tidak hanya cantik atau ganteng, tapi juga tahu kapan harus cepat dan tepat, serta cerdas dalam membaca situasi. Ingat, sukses di dunia permodelan bukan hanya soal tampang, tapi juga soal sikap dan cara kerja kamu.

Skill Komunikasi yang Baik

Terakhir, tapi tidak kalah penting, yaitu skill komunikasi yang baik. Dengan memiliki kemampuan ini, kamu tidak hanya memperluas kesempatan karirmu, namun juga membuka jaringan baru yang bisa berguna untukmu di masa mendatang.

Menguasai cara untuk mengekspresikan diri dengan baik, mendengarkan dengan baik, dan menyesuaikan gaya berbicara sesuai dengan situasi dan kondisi, itu sangat penting.

Akhir kata, menjadi seorang model bukan hanya membutuhkan skill, tetapi lebih kepada sikap dan cara kamu menjalani peran sebagai seorang profesional. It’s not just about the looks, tapi lebih kepada bagaimana kamu menjalankan peranmu di panggung dunia ini. Kalau kamu menyukai artikel ini, baca artikel lainnya seputaran model di blog Sekolah Modeling.

Leave a Comment